• Search
  • Menu

Cara Mencoblos Lebih Mahal

JAKARTA, (PRLM).- Mantan Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemilu Ferry Mursyidan Baldan menyatakan proses pemungutan suara dengan mencoblos tanda pada surat suara Pemilu 2009 akan berdampak mahal. Alasannya, dengan mencoblos surat suara justru menyebabkan diperlukannya kertas suara dengan tingkat security paper tinggi yang sangat mahal harganya.

"Di UU sendiri itu memberi tanda, apapun memberi tandanya.  Tapi harus ada efisien, memudahkan pemilih, dan efisien dalam pengadaannya. Kenapa mencoblos terkesan kita tinggalkan? Karena dalam mencoblos harus security paper. Masak surat suara kita jadi paling mahal di dunia?" kata Ferry di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Selasa (9/9).

Ferry mengungkapkan memang dalam kontek UU Pemilu, tidak ada kalimat mencontreng untuk pemberian suara, tetapi memberi tanda satu kali. Prinsip dasarnya pemberian tanda itu adalah untuk memudahkan pemilih kita mau memperbaiki cara pemberian suara dan cara sahnya surat suara pada Pemilu 2004.

"Tahun 2004 menyatakan bahwa pemberian suara itu harus tanda gambar dan nama orang. Kalau tanda gambar partai sah, nama orang tidak sah. Itu kan kerumitan!  Makanya di dalam UU itu diberikan tanda satu kali. Artinya, kalau dikaitkan dengan pemberian satu kali, itu dalam konteks supaya pelaksanaannya itu efisien," kata Ferr