"Frost" Hancurkan Ratusan Ha Tanaman Kentang
BANJARNEGARA, (PRLM) - Kristal salju atau frost hancurkan ratusan hektar tanaman kentang di dataran Tinggi Dieng (DTD) Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng). Setidaknya, sampai Juni luas lahan tanaman kentang yang mengering tersapu embun es (embun upas - embun beracun) sudah mencapai 150 ha. Hujan salju turun lebih awal dari biasanya, sehingga kerusakan tanaman sayuran lainnya semakin meluas.
"Biasanya embun upas mulai turun pada puncak kemarau antara Juli - Agustus. Tetapi sekarang ini pertengahan Juli sudah muncul embun upas. Bahkan sampai tiga hari berturut-turut," kata Kepala Desa (Kades) Dieng Kulon, Kec. Batur Sriyadi, Senin (7/7).
Hingga pekan pertama Juli, kristal salju turun terus menerus hingga beberapa hari berturut-turut. Ketebalan embun upas yang menempel pada daun tanaman kentang mencapai 2 cm. TAkibatnya, tnaman kentang pun tidak mungkin bisa bertahan dengan cuaca seperti itu.
Dia memperkirakan, kerugian petani akibat gagal panen bakal meningkat lagi, karena puncak kemarau diperkirakan terjadi sampai Agustus mendatang. Sementara hujan es akan berhenti jika sudah turun hujan.
Diakui, kerugian petani karena puso terjadi akibat salah perhitungan. Petani memperkirakan frost akan turun Juli, kenyataannya meleset, sehingga sebagian besar petani tidak melakukan antisipasi. Yakni menyelimuti tanaman kentang dengan plastik guna menghindari embun upas jatuh langsung ke daun tanaman.
Mengenai kerugian, menurut Sriyadi mencapai ratusan juta rupiah, karena biaya tanam untuk satu ha kentang saja mencapai Rp 3 juta. Yakni untuk membeli bibit, pupuk, dan yang terbanyak untuk membeli obat-obatan. Mengingat usia tanaman telah puso antara 30 - 60 hari, maka kerugian petani bisa mencapai Rap 2 juta setiap ha.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Banjarnegara Dwi Atmaji mengatakan, embun upas menyebabkan tanaman kentang atau rerumputan yang ada di lembah dan pada lahan datar pada ketinggian di atas 1.700 meter di atas permukaan laut (dpl) akan mengering dan akhirnya mati.
Fenomena alam ini selalu muncul saatkemarau antara Juli - Agustus setiap tahun. Terutama ketika suhu udara di Dataran Tinggi Dieng berada pada titik terendah, yakni minus dua sampai tiga derajat celsius. Embun upas muncul mulai pukul 02.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB. Salju tipis akan menghilang (mencair) apabila terkena sinar matahari atau ada angin kencang.
Diakui, sulit untuk mengantisipasi hujan salju. Petani sebenarnya bisa mengurangi jumlah kerugian jika mereka lebih mencermati terjadinya fenomena alam tersebut. Frost selalu turun pada musim kemarau antara Juni, Juli hingga akhir Agustus setiap tahun. (A-99/A-37)***
