• Search
  • Menu

Tingkatkan Daya Saing Produk Indonesia, Turunkan Bunga Kredit

CIREBON, (PRLM).- Menteri Perdagangan Gita Wirjawan minta perbankan untuk menurunkan suku bunganya sesegera mungkin. Permintaan tersebut disampaikan, agar produk-produk Indonesia memiliki daya saing tinggi.

Permintaan tersebut dilontarkan Gita Wirjawan, menjawab pertanyaan Ketua HIPMI Kabupaten Cirebon, soal sulitnya produk Indonesia bersaing harga dengan produk luar negeri, saat sosialisasi Konsumen Cerdas di Keraton Kasepuhan Cirebon Rabu (22/5/2013).

Menurut dia, tingginya suku bunga bank di Indonesia, bukan hanya membuat UMKM susah mengakses perbankan, tetapi juga membuat biaya produksi tinggi. "Perbankan di Indonesia mengambil keuntungan terlalu tinggi," katanya.

Menurut Gita, saat ini bunga perbankan mencapai 15 persen. Angka inilah yang harus diturunkan sehingga produk-produk Indonesia bisa bersaing.

Suku bunga 15 persen menurut Gita jauh di atas suku bunga perbankan di negara-negara Asia seperti Singapura yang hanya mengenakan bunga 1 hingga 2 persen.
Selain bunga bank, tingginya biaya produksi juga disebabkan, tingginya biaya logistik yang mencapai hingga 20 persen.

Biaya logistik ini jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain seperti Malaysia, Singapura dan Thailand yang hanya 9 persen.

"Jangan heran jika harga jeruk pontianak di supermarket bisa mencapai Rp 20 ribu per kg sedangkan jeruk dari Cina hanya Rp 8 ribu per kg. Ini karena biaya transportasi dari Cina sampai ke Tanjung Priok lebih murah ketimbang dari Pontianak ke Jakarta," katanya. (A-92/A_88)***