• Search
  • Menu

Populasi Peternakan Sapi Merapi Meningkat

YOGYAKARTA, (PRLM).- Erupsi Merapi, 2010, menghanguskan binatang-binatang ternak terutama sapi milik warga di Kabupaten Sleman dan kerugian mencapai Rp 48 miliar. Dua tahun sejak erupsi, warga di lereng Gunung Merapi mulai mendapatkan lagi ternak-ternaknya dan terus tumbuh serta pulih populasinya.

Bupati Sleman Sri Purnomo menyatakan program ternak sapi bergulir membantu pemulihan populasi hewan ternak. Sampai akhir 2012, terdapat 54.921 sapi potong dan 3.556 sapi perah. Dari total ternak tersebut, warga lereng Merapi di kawasan Sleman menyumbang 12,9 persen produksi susu dan 2,51 persen daging konsumsi.

Problem utama peternakan di kawasan tersebut menyangkut kandang atau rumah hewan. Pemilik ternak cenderung menempatkan rumah hewan menyatu dengan rumah tinggal sehingga timbul masalah kebersihan lingkungan.

Kandang komunal dijadikan solusi untuk mendorong peternakan sehat. Di antara kandang komunal terbaru dibangun oleh FAO (Food and Agriculture Organization).

Dengan title Merapi Eruption Livelyhood Recovery Program, organisasi pangan dan pertanian dunia membantu pembangunan kandang komunal dan penyerahan 54 sapi di kawasan hunian tetap Kuwang, Argomulyo, Cangkringan Sleman dan diserahkan Senin (29/4/13).

Koordinator Livelyhood for Recovery Merapi Program Sabastian Saragih menyatakan program kandang komunal hewan ternak melibatkan pemerintah Indonesia dan