• Search
  • Menu

Populasi Satwa Langka di Cianjur Terancam Punah

CIANJUR, (PRLM).- Sedikitnya lima jenis satwa langka asli Cianjur, populasinya di ambang kepunahan. Lima jenis satwa tersebut di antaranya Elang Jawa, Owa Jawa, Suruli, Mencak/Kijang, dan Kancil. Padahal populasi satwa tersebut termasuk satwa yang dilindungi. Namun berbagai tindak pencurian satwa langka masih cukup tinggi.

Demikian disampaikan Kepala Resort Wilayah VI Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Cianjur, Isis Iskandar. "Tingkat populasi sejumlah satwa langka dan dilindungi yang ada di beberapa cagar alam di Kabupaten Cianjur mengalami penurunan bahkan terancam punah," katanya saat ditemui "PRLM" seusai acara di Cianjur, Kamis (4/4/13).

Isis mengatakan, sejumlah satwa langka dan dilindungi di beberapa cagar alam yang terbagi dalam dua wilayah pengelolaan di Kabupaten Cianjur di antaranya Elang Jawa, Owa Jawa, Suruli, Mencak/Kijang, dan Kancil. Tingkat populasinya saat ini dinilai mendekati kepunahan. Mencak/Kijang, misalnya yang mayoritas berada di beberapa cagar alam di Cianjur selatan yang berada di bawah koordinasi Wilayah VII, populasinya nyaris punah lantaran diduga banyak diburu masyarakat setempat untuk dikonsumsi dagingnya.

Selain akibat perburuan liar masyarakat desa hutan dan beberapa pihak yang tahu nilai ekonomi tinggi dari beberapa jenis satwa, kebiasaan masih dikonsumsinya daging satwa tersebut oleh warga asli menjadi salah satu faktor kepunahan.

"Hasil penelitian di sejumlah blok cagar alam, meskipun memang keberadaan satwa-satwa langka dan dilindungi itu masih ada, namun tingkat populasinya sudah mulai menurun. Penyebabnya dikarenakan berbagai faktor. Misalnya saja masih ada masyarakat yang mengonsumsi daging satwa dilindungi, seperti Mencak (Kijang)," ucapnya.

Lebih lanjut Isis menuturkan beberapa cagar alam yang ada di Kabupaten Cianjur tersebar di wilayah selatan dan utara, di antaranya Gunung Simpang di Kecamatan Naringgul, Bojonglarang di Kecamatan Cijati, Talaga Warna di Kecamatan Cipanas, dan di Kecamatan Campaka.

"Di beberapa cagar alam di wilayah selatan kebanyakan dihuni Owa Jawa, Kijang/Mencak, Kancil, Lutung, dan Elang Jawa. Sementara di wilayah utara masih terdapat Elang Jawa dan Owa Jawa," ucapnya. (A-186/A-88)***