• Search
  • Menu

Tragedi Balas Dendam Terhadap Preman

YOGYAKARTA ,(PRLM),-Peristiwa penusukan Sertu Santoso, anggota Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Surakarta, Selasa (19/3) pukul 02.00 WIB dan penyerangan empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Sabtu (23/3) pukul 02.00 WIB, menggambarkan dua model kekerasan oleh pelaku berbeda latar belakang sosial.

Penyerangan Sertu Santoso dilakukan oleh preman Hugo’s Café. Pelaku menghabisi Sertu Santoso dengan botol minuman keras yang isinya baru saja mereka habiskan. Botong minuman itu, diayunkan pelaku ke pelipis korban. Botol yang diayunkan pecah. Korban terhuyung. Saat korban limbung, pelaku menusukkan pecahan botol ke dada korban.

Penyerangan ini dipicu senggolan yang dilanjutkan adu mulut antara kelompok pelaku dan kelompok. Kelompok preman terdiri dari Dicky (35), Dedi (33), Ali (29), dan Johan (38), sementara korban datang dengan sejumlah teman. Pemesan tempat di kafe atas nama Alen Rimando Sembiring.

Balas dendam pun berlaku. Teman-teman Sertu Santoso menyerbu Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman. Sasarannya ruang tahanan Dicky, Dedi, Ali, dan Johan, yang dititipkan oleh Polda DI Yogyakarta di lembaga pemasyarakatan tersebut.

Seperti kisah penyerangan markas, para penyerang meloncak tembok penjara. Kemudian melumpuhkan para penjaga. Penjaga yang tak berdaya ditodong senjata dan dipaksa membuka ruang tahanan Dicky, dkk. Para penyerang pun melakukan e