• Search
  • Menu

Ketua AAI Bandung: Advokat Harus Menguasai Berbagai Ilmu

BANDUNG, (PRLM).- Di jaman sekarang, seorang advokat jangan berperilaku seperti katak dalam tempurung. Artinya, seorang advokat jangan berkutat di ilmu hukum saja tapi harus mengembangkan diri dalam berbagai ilmu lainnya.

"Harus menguasau ilmu komunikasi, belajar tentang ilmu kepribadian, bisa beberapa bahasa asing minimal bahasa inggris, juga paham teknologi. Tidak gaptek-gaptek amat," kata Ketua DPC AAI (Asosiasi Advokat Indonesia) Bandung, H. Kuswara S. Taryono S. H. , M. H., dalam acara penutupan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan X, Sabtu (2/3/13) malam di Cafe Praoe, Jln. Sumatra, Kota Bandung.

Kuswara juga mengimbau agar para peserta pelatihan bersikap profesional dalam menjalankan tanggung jawabnya. "Advokat adalah profesi yang terhormat dan mulia. Soalnya, advokat adalah salah satu landasan utama membangun kerangka negara hukum. Karena itu, saat menjalankan profesi ini jangan mencampurkan hal-hal pribadi," ucapnya.

Sementara itu, Ketua PKPA Angkatan X, Komisaris Besar (purn) Nursyamsu S. H., M. H., memberi apresiasi khusus kepada penyelenggara yang menghadirkan praktisi-praktisi profesional sebagai pengajar. Beberapa praktisi itu ialah Dr. Sentosa Sembiring S.H., M. H., (Dekan FH Unpar), Dr. Humprey Djemat S. H. , LLM (Advokat/Ketum DPP AAI), dan Guru Besar FH Unpar Prof. Dr. Bernadet S.H., M.H. (A-128/A-108)**