• Search
  • Menu

Pemecatan Ketua Kadin Yogyakarta Belum Final

YOGYAKARTA, (PRLM).- Keputusan Dewan Pertimbangan Pusat (DPP) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mencopot Ketua Kadin DI Yogyakarta periode 2009-2014 Nur Ahmad Affandi ditentang oleh sejumlah koleganya di internal organisasi maupun asosiasi anggota Kadin. Para penentang memberi waktu kepada DPP Kadin untuk mencabut SKEP/012/DP/II/2013 tertanggal 11 Februari tentang pemecatan Nur Ahmad Affandi dan pengangkatan pengganti, HR Gonang Djuliastono sebagai pelaksana tugas.

Ketua Penyelamat dan Penegak Konstitusi Organisasi Kadin DI Yogyakarta Dedi Suwardi, SH menyatakan alasan DPP Kadin memecat Nur Ahmad Affandi atas dasar inisiatif yang bersangkutan membentuk organisasi baru Forum Kadin Provinsi se-Indonesia atau organisasi tandingan, tidak tepat. Pertemuan sejumlah DPD Kadin yang diinisiasi Nur Ahmad Affandi dan rekan-rekan sebagai pertemuan informal, tidak mengarahkan pembentukan organisasi tandingan.

Menurut dia, pemecatan bisa saja dilakukan jika tuduhan membentuk organisasi Kadin tandingan terbukti. Tetapi, mekanisme organisasi harus ditempuh, misalnya, DPP Kadin mengkonfirmasi tuduhannya. Jika terbukti, Nur Ahmad Affandi bisa diperingatkan untuk mengoreksi tindakanya. "Pemecatan tidak bisa mendadak, ada prosedur yang harus ditempuh, seperti melayangkan surat peringatan dan mekanisme organisasi lainnya," ujar dia, Jumat (15/2/2013).

DPP Kadin dalam pernyataannya baru-baru ini, menyebut Nur Ahmad Affandi telah bersalah atas tindakannya mementuk Forum Kadin Provinsi se-Indonesia. Tindakan tersebut dianggap tidak konstitusional dan memancing friksi di internal Kadin.

Di tempat terpisah, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DI Yogyakarta Sukarmo menyatakan Nur Ahmad Affandi telah menerima pemecatannya. Selain itu, DPP Kadin juga telah prosedural dalam menegakkan etika organisasi, seperti menempuh pendekatan dengan DPD Kadin dalam pertemuan di Jakarta, untuk didengar pendapatnya. Namun, Deddy Suwardi menyatakan, Nur Ahmad Affandi belum menerima keputusan pemecatan dirinya dan masih aktif menjalankan roda organisasi. (A-84/A-147)***