• Search
  • Menu

Cuaca Buruk, Harga Cabai Naik

BANDUNG, (PRLM).- Harga cabai di sejumlah pasar tradisional dan pasar modern mengalami kenaikan harga. Bahkan, pada pasar modern kenaikan harga juga sejalan dengan turunnya pasokan sebesar 10 – 20 persen. Berdasarkan informasi yang dihimpun “PRLM” dari sejumlah pedagang di Pasar Tradisional Sederhana dan Pasar Tradisional Andir, kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh faktor cuaca yang meningkatkan biaya operasional para petani.

Menurut penjual sayuran di Pasar Tradisional Andir, Aisyah, pasokan cabai tidak mengalami pengurangan, tapi harganya naik cukup signfikan. “Cabai rawit merah, cabai rawit hijau, cabai TW, dan cabai merah tanjung semuanya mengalami kenaikan. Berdasarkan informasi cuaca buruk menyebabkan biaya operasional bagi para petani bertambah. Baik itu untuk perawatan maupun distribusinya,” katanya kepada “PRLM” di Bandung, Selasa (12/2/13).

Dikatakan Aisyah, kenaikan tersebut telah terjadi sejak lima hari yang lalu. Semenjak itu, harga cabai rawit hijau naik dari Rp 12 ribu/kg menjadi Rp 24 ribu/kg. Lalu cabai rawit merah dari Rp 18 ribu/kg menjadi Rp 26 ribu/kg.

“Cabai merah TW dari Rp 10 ribu/kg menjadi Rp 16 ribu/kg dan cabai merah tanjung Rp 14 ribu/kg menjadi Rp 22 ribu/kg,” katanya.

Di Pasar Tradisional Sederhana, harga cabai tanjung bahkan mencapai Rp 26 ribu/kg dari kisaran harga semula Rp 16 – 20 ribu/kg. “Cabai rawit merah dan hijau saat ini harganya sudah Rp 27 ribu/kg dan sejumlah komoditas lain juga mengalami kenaikan seperti tomat dan bawang merah,” kata penjual sayuran di Pasar Tradisional Sederhana, Sukarsih.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jabar, Hendri Hendarta mengatakan, harga cabai merah TW saat ini telah mencapai sekitar Rp 30 ribu/kg. Padahal sebelum mengalami kenaikan, harganya masih sekitar Rp 25 – 26 ribu/kg. “Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, naiknya harga disebabkan oleh banyaknya cabai yang busuk karena faktor cuaca,” katanya.

Selain cabai, menurut dia, harga tomat pun mengalami kenaikan cukup tinggi yaitu Rp 18 ribu/kg. “Padahal awalnya harga komoditas tersebut masih Rp 15 ribu/kg,” kata Hendri.

Salah seorang penjual warung tegal, Wida mengatakan, sudah seminggu ini keuntungan usaha warung tegalnya berkurang. “Banyak komoditas yang mengalami kenaikan harga. Saya beli cabai untuk bumbu harganya naik, beli tomat untuk sayur harganya juga naik. Untuk buat teh manis saja harga gulanya juga naik,” katanya. (A-207/A-88)***