• Search
  • Menu

Pertumbuhan Industri Perbankan Akan Alami Penurunan Tahun Ini

BANDUNG, (PRLM).- Direktur Utama Bank Jabar Banten (Bank BJB), Bien Soebiantoro, menyebutkan, pertumbuhan industri perbankan akan mengalami penurunan pada tahun ini. Hal itu dipengaruhi kondisi perekonomian nasional yang tidak sebagus tahun lalu.

"Rata-rata pertumbuhan industri perbankan secara umum akan mengalami penurunan pada tahun ini. Namun persentasenya masih kecil, sekitar 1-2% dibandingkan tahun lalu," ujarnya sesuai penandatanganan nota kerjasama antara Bank BJB dan Universitas Pasundan, Gedung Rektor Unpas, Jl. Setiabudhi, Selasa (12/2).

Namun demikian, dia menyatakan optimismenya akan pertumbuhan Bank BJB pada tahun ini yang diproyeksikan tetap berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan.

Hal itu berkaca kepada pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dan aset Bank BJB pada tahun lalu yang ada di atas rata-rata nasional.

Dia menyebutkan, DPK Bank BJB pada tahun lalu tumbuh 30,9% dibandingkan 2011. Adapun rata-rata pertumbuhan DPK secara nasional pada 2012 sebesar 21%.

Sementara aset Bank BJB pada tahun yang sama tumbuh 27,8% dibandingkan tahun 2011. Adapun rata-rata pertumbuhan aset perbankan secara nasional berada di kisaran 24%.

"Salah satu target yang coba kami capai adalah menjadi bank terbesar secara nasional. Untuk itu, kami harus mengupayakan agar pertumbuhan bisa berada di atas rata-rata perbankan secara nasional, dan meski tahun ini diproyeksikan rata-ratanya menurun dibandingkan tahun lalu, kami berupaya menjaga pertumbuhan DPK dan aset kami di atas 25% pada tahun ini," ujarnya.

Dia menambahkan, Bank BJB saat ini dikategorikan sebagai bank nasional dan 10 bank terbesar yang menggurita.

"Saat ini kami memiliki kantor cabang sebanyak 600 unit. Kami memiliki beberapa anak perusahaan, serta jaringan paling luas di antara bank nasional," ujarnya mengklaim.

Selanjutnya dia mengatakan, Bank BJB juga telah mendapatkan penghargaan dari Komisi Pengawas Korupsi (KPK) sebagai BUMN yang melaporkan gratifikasi terbanyak, yakni lebih dari 300 gratifikasi.

"Kalau kami mendapatkan kado, kami serahkan ke KPK. Kemudian KPK menyerahkan kepada kami, sehingga itu jadi aset Bank BJB. Aset itu kemudian kami kumpulkan di kantor pusat. Aset-aset itu umumnya berbentuk barang, seperti ponsel cerdas, goody bag, dan lain-lain," ujarnya.

Dia menyebutkan, penghargaan dari KPK itu meliputi penghargaan dari institusi dan individu. Untuk penghargaan individu, karyawan Bank BJB pun ada yang mendapatkannya karena mengembalikan gratifikasi yang telah diterimanya.

"Kami menyadari, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang paternalistik. Itu berarti, setia