• Search
  • Menu

Koperasi Ar Ridho Dituduh Gelapkan Kendaraan dan Dana Investor

KARAWANG, (PRLM).- Tindak pidana penipuan dengan modus operandi penanaman investasi terjadi di Kabupaten Karawang. Tidak tanggung tanggung investor yang tertipu dalam kasus tersebut mencapai dua ribu lebih.

"Kami telah menahan tiga tersangka kasus ini. Sementara barang bukti yang diamankan berupa 12 unit kendaraan roda empat berbagai merk," ujar Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Karawang, Ajun Komisaris Besar Arman Achdiat, ketika memaparkan kasus itu di Mapolres setempat, Kamis siang (27/12/12).

Menurut Kapolres, tiga tersangka merupakan pengurus Koperasi Ar Ridho Bima Nusantara yang beralamat di Jln. Ir. H Djuanda, Desa Jomin Barat, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang. Mereka adalah Giatno Al'Ridha (41), warga Kampung Margamulya Rt.05/01, Desa Jomin Barat, Hafid Gunawan (30), warga Dusun Babakan Empang Rt01/10! Desa Pucung, Kecamatan Kota Baru, dan Wahidun (41), warga. Perum Griya Cipta Persada, Desa Dawuan Timur, Kecamatan Cikampek.

Disebutkan, ketiga tersangka mendirikan Koperasi Ar Ridho pada tahun 2008. Dan pada tahun 2010, mereka mulai menjalankan usaha simpan pinjam. "Awal tahun 2011 mereka mengembangkan usahanya dengan mengundang para pemilik kendaraan untuk bergabung dengan Ar Ridho. Saat itu, investor yang menyimpan kendaraannya di Al Ridho dijanjikan keuntungan yang cukup lumayan," papar Kapolres.

Dijelaskan, kendaraan yang disimpan di Ar Ridho akan disewakan kepada sejumlah perusahaan rekanan Ar Ridho dan uang sewanya akan mengalir ke pemilik kendaraan setiap tahun.

Pada kenyataannya, lanjut Kapolres, kendaraan itu malah dijadikan sebagai barang jaminan kepada investor lain yang sanggup menyimpan uang Rp 40 juta hingga Rp 60 juta. "Awalnya uang sewa kendaraan mengalir lancar kepada pemilik kendaraan, sehingga jumlah penyimpan kendaraan di Ar Ridho bertambah banyak dan datang dari berbagai daerah termasuk dari luar Jawa," kata Kapolres.

Demikian pula, para investor yang menyimpan uang pun semakin bertambah karena bisa dengan mudah menggunakan mobil jaminan. Bahkan mereka yang menyimpan uang karena berharap bisa menguasai mobil berasal dari berbagai eleman masyarakat, termasuk anggota TNI/Polri, anggota DPRD, dan juga wartawan.

Namun dalam beb