• Search
  • Menu

Enam PLTA di Jawa Tengah Berhenti Total

EVIYANTI/"PRLM"

BANYUMAS, (PRLM).- Produksi listrik dari PLTA di Jawa Tengah (Jateng) merosot hingga ratusan watt, akibat kemarau. Bahkan sebanyak enam PLTA dikelola PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Mrica Banjarnegara sudah
berhenti total.

"Total kapasitas PLTA di Jateng mencapai 299,4 MW, total pembangkit listrik yang tidak beroperasi kapasitasnya 211 MW. Sehingga kini dari pembangkit yang masih dioperasionalkan kapasitas tinggal, 88,4 MW," kata Senior Supervisor PT Indonesia Power UBP Mrica Banjarnegara Gunawan, Jumat (5/10).

Enam PLTA yang tidak beroperasi adalah PLTA Kedungombo, PLTA Wadaslintang, PLTA Pajengkolan, PLTA Sempor, PLTA Klambu dan PLTA Sidorejo. Yang lainnya masih beroperasi namun produksi listriknya tidak bisa maksimal.

Kemarau menyebabkan debit air yang masuk ke waduk menyusut drastis, misalnya air yang masuk ke PLTA Panglima Besar Jendral Soedirman Banjarnegara ."Untuk menghemat air sejumlah PLTA telah menurunkan produksi listriknya,"katanya.

Sampai hari ini inflow dari Sungai Serayu ke Waduk Panglima Besar Soedirman, tinggal 24 - 25 meter kubik (m3) per detik, normalnya 40 m 3per detik. “Penghematan dilakukan dengan mengistrihatkan turbin, agar ketersediaan air untuk irigasi bisa dirit-irit.

PLTA Mrica sudah melakukan penghematan air dengan mengistirahatkan satu hingga dua dari tiga turbin yang ada, dengan pasitas produksi 3 x 60 MW. Sehingga terjadi pengurangan 120 MW dari kapasitas terpasang,” kata Gunawan.

Pihaknya hanya menjalankan turbin pada saat beban puncak pick load yakni mulai pukul 17.00 - 22.00 atau hanya lima jam sehari. Penentuan waktu operasional oleh PLN Pusat Pengendali Pengatur Beban (P3B).

Sejumlah PLTA lainnya juga tidak beroperasi penuh. Misalnya saja PLTA Garung yang terdiri dari dua unit dengan kapasitas 26,4 MW hanya beroperasi satu unit dengan kapasitas 13,2 MW dengan waktu operasional jam 17.00 WIB hingga 19.00 WIB. Sementara di PLTA Ketenger dari kapasitas 8 MW, hanya beroperasi satu unit dengan kapasitas 3 MW. Sementara PLTA Sempor, Pajengkolan dan Wadaslintang dengan kapasitas total 20 MW tidak beroperasi.

Menurutnya, PLTA-PLTA lainnya yang berkurang kapasitas produksinyaadalah PLTA Jelok hanya satu unit 5 MW dari empat unit yang ada dengan total 20 MW. Kemudian Timo dari 3 unit dengan kapasitas 12 MW, hanya satu unit dengan kapasitas 4 MW yang beroperasi. “PLTA lainnya yang tidak penuh beroperasi adalah PLTA Wonogiri, karena dari dua unit dengan total kapasitas 8,4 MW hanya 4,2 MW. Sedangkan PLTA di Waduk Kedungombo dengan kapasitas 26 MW tidak beroperasi serta PLTA Klambu dan Sidorejo dengan masing-masing kapasitas 1 MW juga mandek," jelasnya.(A-99/A-147)***