• Search
  • Menu

Pengembangan Ekspor Produk Handicraft Jabar Masih Kecil

BANDUNG, (PRLM).- Nilai ekspor produk handicraft Jawa Barat masih sangat kecil bila dibandingkan produk elektronik dan tekstil produk tekstil (TPT). Namun demikian, handicraft diproyeksikan menjadi salah satu sektor dari 14 sektor yang memberikan kontribusi terbesar kedua terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia dalam program pengembangan ekonomi kreatif Indonesia 2009-2025.

“Nilai ekspor handicraft pada 2010 sebesar 1,22 juta dolar AS. Sementara pada 2011, nilainya mengalami kenaikan sebesar 175%, atau 3,34 juta dolar AS. Namun demikian, nilai ekspor tersebut baru memberikan kontribusi sebesar 0.01% dari nilai ekspor Jabar,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Jabar, Ferry Sofwan Arif, dalam sambutannya untuk acara Pengembangan Produk Ekspor Handicraft, di Bandung, Selasa (10/7).

Menurut dia, perlu ada upaya peningkatan ekspor nonmigas Jabar ke pasar internasional, khususnya untuk produk handicraft. Pasalnya, hal tersebut sejalan dengan program pengembangan ekonomi kreatif Indonesia 2009-2025, dimana sektor industri handicraft menjadi salah satu dari 14 sektor ekonomi kreatif yang memberikan kontribusi terbesar kedua terhadap PDB Indonesia.

“Handicraft ditentukan oleh kemampuan unik sumber daya manusianya yang sulit ditiru, sehingga akan menciptakan ceruk-ceruk pasar yang spesifik,” katanya.(CA-09/A-1