• Search
  • Menu

KPU Selenggarakan Pilpres Dua Bulan Setelah Pileg 2014

JAKARTA, (PRLM).- Pemilihan Presiden Tahun 2014 akan dilakukan dua bulan setelah terselenggarakannya Pemilu Legislatif pada tanggal 9 April 2014. Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat ini telah menyelesaikan berbagai jadwal, program dan tahapan Pemilu 2014.

"Peraturan KPU tentang jadwal, program dan tahapan Pemilu 2014 sudah rampung. Dan, tinggal kita tetapkan pada tanggal 25 Juni mendatang," ucap Anggota KPU Ferry Kurnia kepada "PRLM", di Jakarta Senin (18/6/12).

Menurut Ferry, pada 25 Juni nanti pihaknya juga akan mengundang dan meminta masukan dari LSM dan media berkenaan dengan aktifitas Pemilu ke depan yang lebih berkualitas. "Kita memang menginginkan adanya azas keterbukaan dalam Pemilu mendatang," ucapnya.

Ia menuturkan, sistem pemilihan pada Pemilu 2014 nanti akan berbeda dengan Pemilu 2009 lalu. 2014 nanti daftar pemilih tetap (DPT) akan melakukan pencoblosan, sedangkan 2009 lalu dilakukan dengan cara dicontreng.

Menurut dia, pagu anggaran sebesar 8 triliun yang ditetapkan untuk Pemilu Legislatif nanti akan digunakan dalam empat pos. Keempat pos tersebut yakni untuk penyelanggaran pemilu, pembentukan Badan Adhoc, Monitoring, dan aktifitas kegiatan di lapangan. Ia menambahkan, pembentukan dana adhoc diperkirakan akan menyedot anggaran paling besar.

Ia mengungkapkan,ada tiga tahapan yang akan diselesaikan KPU untuk menyongsong Pemilu 2014. Diantaranya yakni persiapan konteks proses perencanaan aktifitas yang dilakukan untuk menyusun anggaran, bimbingan teknis hingga program tentang koalisi partai.

Sebelumnya, KPU menetapkan tanggal 9 April 2014 sebagai hari pencoblosan pemilihan umum legislatif. Penetapan hari tersebut dilakukan berdasarkan amanat UU No. 8 Tahun 2012 yang menyatakan tahapan penyelenggaran Pemilu dilaksanakan paling lambat 22 bulan sebelum hari pemungutan suara.

Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, langkah yang dilakukan KPU dalam melaksanakan tahapan penyelenggaraan pemilu sudah lebih cepat dibandingkan dari batas waktu yang ditentukan oleh regulasi. Diharapkan, kualitas Pemilu 2014 nantinya akan lebih dipercaya dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya.

"Kalau dari segi persiapannya, Pemilu Legislatif yang lalu memang lebih mepet dibandingkan yang sekarang. Kita saat ini masih memiliki waktu dua bulan untuk membahas perencanaan program dan anggaran Pemilu Legislatif," ucapnya seusai launching di Gedung KPU, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, selain masih memiliki waktu untuk perencanaan program, pihaknya pun masih terus melakukan penyusunan peraturan pelaksanaan penyelenggaraan Pemilu. "Tantangan kita tersendiri kedepannya masih ada pertemuan dengan pemerintah dan DPR membahas regulasi penyelenggaraan Pemilu 2014," tuturnya. (A-194/A-108)***