Terry Tetap tidak Bisa Tampil di Final Liga Champions

Jumat, 27 April, 2012 - 11:21

LONDON, (PRLM).- Harapan kapten Chelsea John Terry untuk tampil pada laga final Liga Champions akhirnya kandas, setelah badan sepak bola Eropa (UEFA) tetap menolak upaya bandingnya.

Dalam wawancara dengan "BBC Sport", juru bicara UEFA menyatakan, Terry juga dilarang duduk di bangku para pemain cadangan. Ini artinya dia hanya dapat menonton rekan-rekannya bertanding dari tempat duduk di atas tribun.

Namun demikian, Terry diizinkan untuk mengangkat piala Liga Champions, jika nanti klub asal London barat itu mampu mengalahkan Bayern Munich di laga final, 19 Mei nanti.

Peraturan UEFA ini juga berlaku untuk para pemain The Blues dan Bayern Munchen yang terkena larangan bermain pada partai puncak tersebut.

Seperti diketahui, akibat akumulasi kartu kuning, para pemain Chelsea seperti Ramires, Raul Meireles, serta Branislav Ivanovic, dilarang tampil melawan Bayern.

Adapun Terry diusir dari lapangan dalam laga semi final melawan Barcelona setelah dia menerjang lutut Alexis Sanchez dari belakang.

Sementara di pihak Bayern, hukuman serupa juga diberikan kepada Luiz Gustavo, David Alaba, serta Holger Badstuber, akibat akumulasi kartu kuning saat klub asal Jerman itu menggulung Real Madrid, Rabu kemarin.

Dalam keterangannya, UEFA menyatakan, peraturan yang mengatur antara lain soal "hukuman bermain" ini ditetapkan ketika kompetisi Liga Champions dimulai. Dan apabila ingin diubah, maka harus melalui proses panjang sebelum akhirnya diratifikasi. "Jadi, peraturan ini masih berlaku selama musim ini."

Pada ajang Piala Eropa 2012 di Ukraina-Polandia, atau Euro 2012, pemain yang mendapat kartu merah saat semi final dan perempat final , tetap dikenai larangan bermain di laga final.

Organisasi yang menghimpun pemain profesional dunia, FIFPro mendukung larangan bermain di partai puncak bagi siapa pun yang terkena kartu merah.

Namun organisasi ini meminta larangan itu tidak berlaku untuk pemain yang terkena akumulasi kartu kuning. "Harus ada pengecualian, dan karenanya sudah waktunya aturan ini dipertanyakan ulang," kata juru bicara FIPPro, Simon Barker.

Apalagi, menurutnya, pemain sepak bola di manapun selalu memimpikan untuk dapat tampil di partai puncak.(bbc/A-147)***