• Search
  • Menu

Dana LPDB Jabar Terlalu Kecil

BANDUNG, (PRLM).- Alokasi dana pembiayaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) untuk koperasi di Jawa Barat (Jabar) dinilai terlalu kecil.

Hingga akhir 2011 baru 139 dari 23.843 koperasi di Jabar atau kurang dari 0,6% yang mengakses pembiayaan LPDB KUMKM.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) jawa Barat (Jabar), Wawan Hernawan, usai Gerakan Sadar Koperasi di Balai Latihan Koperasi UMKM Jabar, Jln. Soekarno Hatta, Bandung. Tahun ini target penyaluran pembiayaan LPDB untuk koperasi di Jabar sebesar Rp 200 miliar.

“Jumlahnya masih sangat kecil, tidak sebanding dengan jumlah koperasi di Jabar. Jumlah alokasi tahun ini juga sebetulnya tidak cukup karena banyak koperasi yang membutuhkan bantuan likuiditas,” katanya.

Hingga akhir 2011 realisasi pembiayaan LPDB di Jabar sebesar Rp 145,5 miliar untuk 234 KUMKM, yang 139 diantaranya adalah koperasi.

Realisasi penyaluran LPDB tersebut juga jauh lebih kecil dibandingkan dengan nilai pengajuan proposal yang masuk dari koperasi di Jabar.

Hingga 31 Desember 2011 sedikitnya ada 648 proposal koperasi Jabar yang masuk mengajukan permohonan pembiayaan LPDB. Nilai pengajuannya mencapai Rp 1,96 trilyun.

“Yang terealisasi hanya sekitar 7,42% dari proposal yang masuk. Ini karena alokasinya pun terbatas,” kata Wawan.

Selain masih kecilnya alokasi, menurut Wawan, sosialisasi pembiayaan LPDB-KUMKM pun masih menyisakan persoalan. Menurut dia, hingga saat ini masih banyak koperasi yang belum tahu tentang keberadaan pembiayaan tersebut, walaupun sejumlah sosialisasi sudah dilakukan.

Hal senada dilontarkan Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang Kemitraan dan KUMKM, Iwan Gunawan.

Menurut dia, Rp 200 milyar terlallu kecil untuk Jabar. Ia menilai, idealnya alokasi pembiayaan LPDB KUMKM untuk Jabar mencapai separuh dari alokasi nasional.

“Jumlah koperasi di Jabar sangat besar dan masih banyak yang belum mendapat alokasi, padahal mereka memenuhi persyaratan. Seharusnya Jabar menjadi prioritas LPDB. Apalagi, dilihat dari segi kultural, Jabar juga merupakan tempat lahirnya koperasi,” ujarnya.

Tahun ini secara nasional LPDB akan mengucurkan dana bergulir sebesar Rp 3 trilyun. Sebanyak Rp 1,3 trilyun berasal dari Anggaran Pendapatan dan belanja Negara (APBN) untuk koperasi yang tidak bankable dan Rp 1,7 trilyun dari program kemitraan dengan perbankan untuk koperasi yang sudah bankable.

Iwan menilai, saat ini LPDB masih setengah-setengah dalam menyalurkan pembiayaan bagi KUMKM. Apalagi, menurut dia, dari sisi sosialisasi pun masih terbilang minim. Menurut dia, amsih banyak koperasi di Jabar yang belum mengetahui keberadaan pembiayaan LPDB.

“Sosialisasi LPDB harus dilakukan secara simultan hingga ke daerah-daerah. Keberadaan LPDB sangat penting karena masih banyak koperasi yang kesulitan likuiditas. Seharusnya ini menjadi porsi LPDB, bukan seperti sekarang, banyak koperasi yang justru memilih kemitraan dengan perbankan,” katanya. (A-150/A-26).***