Hanura Ikut Berkoalisi untuk Pilgub Jabar
BANDUNG, (PRLM).- Pekan lalu, tiga partai di Jabar yaitu PDI-P, PPP, dan Gerindra, menyatakan diri untuk berkoalisi menghadapi Pilgub Jabar 2013 mendatang. Belakangan, Partai Hanura pun mengikat diri dengan PPP untuk berkoalisi. Wacana koalisi besar pun kian menguat.
Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Jabar menganggap, wacana koalisi-koalisi besar itu sebagai hal yang positif. Tidak perlu ada yang dikuatirkan jika koalisi-koalisi besar itu muncul.
"Santai saja. Dalam politik, semua bisa berubah kapan saja. Demokrat pun sebelumnya sudah berkomunikasi dengan partai-partai lain, termasuk PDI-P," ujar Ketua DPD PD Jabar Iwan R. Sulandjana kepada wartawan, Senin (23/1/12) seusai menghadiri acara Rukun Wargi Tatar Sunda, di Hotel Lingga Kota Bandung.
Koalisi besar, kata Iwan, punya beberapa nilai positif. Koalisi besar berarti juga pemahaman besar dan pemahaman bersama dalam hal membangun Jabar. "Jika beberapa partai berkoalisi menjadi koalisi besar, artinya ada kesamaan visi, khususnya kesamaan visi dalam membangun Jabar di masa depan. Tidak melulu soal kekuasaan," katanya.
Koalisi besar pun bisa menghemat anggaran pilkada yang sangat besar. Berdasarkan ajuan KPU Jabar, anggaran yang diajukan lebih dari Rp 600 miliar untuk satu putaran. Namun jika terjadi dua putaran, anggaran membengkak lebih dari Rp 900 miliar, belum termasuk dana koordinasi dan pengamanan. Jika dana koordinasi dan pengamanan dimasukkan, totalnya lebih dari Rp 1 triliun.
"Dengan koalisi besar, maka tidak banyak pasangan yang maju. Mungkin cukup dua pasangan saja seperti Pilgub di DKI Jakarta. Jika hanya dua pasangan, berarti kan cukup satu putaran. Artinya, anggaran bisa dihemat. Uang ratusan juta yang asalnya dicadangkan jika terjadi dua putaran, bisa dialihkan untuk program-program lain yang benar-benar bermanfaat untuk rakyat," kata Iwan.
Kini, DPD PD Jabar pun sudah memulai langkah untuk berkoalisi walaupun baru penjajagan. "Baru komunikasi-komunikasi politik seperti dengan PDI-P, PAN, dan PPP. Pilkada di Jabar ini sangat dinamis. Apapun bisa terjadi di saat-saat injury time," kata Iwan.
Iwan Sulandjana memang sudah mulai bergerilya politik melakukan komunikasi dan silaturahmi dengan beberapa ketua partai. Komunikasi intens dilakukan dengan Ketua DPD PDI-P Jabar Rudy Harsa Tanaya, Ketua DPW Jabar Rahmat Yasin, dan Ketua DPW PAN Edi Darnadi. Secara kebetulan, keempat ketua partai itu berasal dari Bogor hingga muncul istilah Bogor Connection.
Soal koalisi-koalisi besar itu, sempat dikritisi beberapa pengamat politik. Para pengamat politik menilai, semestinya partai-partai besar itu berani mengajukan pasangannya sendiri tanpa harus berkoalisi. Dengan demikian, masyarakat diberi banyak pilihan tentang sosok-sosok yang dianggap tepat untuk memajukan Jabar di masa mendatang.
Namun, jika itu yang terjadi, hanya ada tiga partai di Jabar yang berhak mengajukan pasangannya tanpa harus berkoalisi, yaitu PD, PDI-P, dan Partai Golkar. Pasalnya, hanya tiga partai itu yang punya kursi lebih dari 15 persen di DPRD Jabar.
Saat ini, posisi kursi partai di DPRD Jabar ialah Partai Demokrat 28 kursi, PDI-P 17 kursi, Partai Golkar 16 kursi, PKS 13 kursi, PPP 8 kursi, Gerindra 8 kursi, PAN 5 kursi, Hanura 3 kursi, dan PKB 2 kursi. Dengan posisi itu, PKS mau tidak mau harus berkoalisi agar bisa mencalonkan jagoannya, Ahmad Heryawan, untuk maju kembali sebagai Gubernur Jabar dalam Pilgub Jabar tahun 2013 mendatang. (A-128/A-26)***

Komentar
saya mah ngajagokeun kang kabayan jadi Gubernur JABAR
kang aher atuh
abdi mah bade ngajagokeun kang dada (wali kota bandung) wae...
saya ngajagokeun kang DEDE YUSUF jadi Gubernur JABAR