• Search
  • Menu

Jalan Tol Cisumdawu Akan Dibangun Mulai Tahun Ini

SUMEDANG, (PRLM).-Pembuatan ruas jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) direncanakan akan mulai dilaksanakan pada tahun ini. Rencana tersebut dikemukakan oleh Pelaksana Pengadaan Tanah untuk Tol Cisumdawu tahun 2011 Provinsi Jawa Barat Sutrianto, dalam acara presentase rencana Tol Cisumdawu di ruang rapat anggota dewan gedung DPRD Kab. Sumedang, Kamis (10/2).

Acara yang diselenggarakan DPRD Sumedang itu, dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) yang juga selaku Ketua Panitia Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Kepentingan Umum Kab. Sumedang H. Atje Arifin Abdulah, serta unsur pimpinan dan para anggota DPRD Sumedang. Wakil Ketua DPRD Sumedang H. Sarnata yang memimpin acara itu menyebutkan presentase itu digelar pihaknya untuk mengetahui persis seputar perkembangan dan langkah pemerintah terkait rencana tol tersebut.

Dalam kesempatan itu, Sutrianto, menjelaskan, berdasarkan rencana Direktorat Jenderal (Dirjen) Binamarga Departemen Pekerjaan Umum, pekerjaan fisik pembuatan tol Cisumdawu yang direncanakan sepanjang 60,1 kilo meter (Km) akan dibagi dalam beberapa tahap. Untuk tahap pertama yang akan dilaksanakan mulai tahun ini direncanakan sepanjang lebih kurang 17 kilo meter (Km) pada bagian seksi II mulai dari wilayah Kec. Pamulihan ke arah timur sampai dengan Kel. Situ kawasan Sumedang kota. "Seksi II dai mulai Pamulihan sampai dengan Kel. Situ, diprioritaskan antara lain untuk mengamankan ruas jalan Cadaspangeran," ujar Sutrianto.

Sementara itu, H. Atje Arifin Abdullah, memaparkan, kebutuhan lahan untuk ruas Tol Cisumdawu sepanjang itu, mencapai sekitar 834,01 hektare. Dalam pelaksanaan pembebasan lahan dan rencana pembangunannya, terbagi dalam lima seksi. Seksi I dari pintu tol Cileunyi sampai dengan wilayah Kec. Pamulihan, Seksi II Pamulihan-Sumedang Kota, Seksi III Sumedang Kota-Cimalaka, Seksi IV Cimalaka-Legok, dan Seksi V Legok-Dawuan.

Dari kebutuhan lahan seluas itu, ujar Atje, sejak tahun 2008 hingga akhir 2010 pihaknya telah memfasilitasi pembebasan lahan seluas lebih kurang 157 hektare di wilayah Seksi II dan beberapa bagian lahan di wilayah Seksi I. "Total dana yang telah terserap dalam pembebasan lahan seluas itu mencapai Rp 179 miliar lebih, bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Jabar," katanya.

Terkait dengan itu, Sutrianto menambahkan, untuk menuntaskan pembebasan lahan Tol Cisumdawu pada Seksi I yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat, Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun ini telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 127 miliar. Sementara, pembebasan sisa lahan untuk tol Cisumdawu dari Seksi II sampai dengan Seksi V, akan didanai oleh PT. Jasa Sarana (Badan Usaha Milik Daerah Pemprov Jabar) sesuai kesepakatan antara Pemprov Jabar dengan Kementerian Pekerjaan Umum.

Menanggapi materi presentasi rencana tol tersebut, sejumlah anggota DPRD Sumedang, menyatakan pada prinsipnya sangat mendukung rencana tol tersebut. Namun, sebelum rencana itu diwujudkan, DPRD Sumedang meminta kepada sejumlah lembaga pemerintah dan pihak terkait agar melakukan lagi kajian yang lebih matang untuk mengetahui persis sejauh mana dampak positif dan negatif dari kehadiran tol tersebut bagi Kab. Sumedang.

Sejumlah anggota DPRD Sumedang, juga meminta agar dalam pelaksanaan pekerjaan projek fisik pembuatan sampai pengelolaan jalan tol tersebut, memprioritaskan menyerap tenaga kerja warga Kab. Sumedang. "Untuk itu kami minta kepada pihak pelaksana projek maupun lembaga pengelola tol Cisumdawu, segera memberitahu masyarakat Sumedang tentang kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkannya," ujar Wakil Ketua DPRD dari fraksi Partai Golkar Edi Askhari.(A-91/das)***