• Search
  • Menu

LUAR NEGERI

DAILY MAIL/"PRLM"

Pangeran Harry Rela Kerja Amal Demi Anak Yatim Piatu di Afrika

LONDON, (PRLM).-Pangeran Harry yang banyak digilai kaum hawa dunia baru saja menyelesaikan kunjungan ke negara Afrika.

Pewaris tahta Inggris urutan keempat setelah Pangeran George itu, ke Afrika bukan untuk wisata, melainkan melakukan kerja sosial. Sang Pangeran berambut pirang tersebut memang dikenal sering melakukan aktivitas sosial dan amal.

Dilansir Daily Mail, Kamis, selama di Afrika, Harry mengunjungi Maseru di Lesotho. Dia mengunjungi panti asuhan yang dikelola rumah amal charity Sentebale.

19.12.2014 - 02:08

Putin: Ukraina Harus Tetap Menjadi Satu Entitas Politik

MOSKOW,(PRLM).- Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Ukraina harus tetap menjadi satu entitas politik, menyuarakan harapan bahwa krisis itu dapat diselesaikan melalui perundingan perdamaian.

Presiden Putin juga mengatakan Kamis (18/12/2014), pemerintah Ukraina dan pemberontak pro-Rusia di Ukraina timur harus melaksanakan semua pertukaran tawanan dengan cepat sebelum hari Natal.

Putin menegaskan dia yakin bahwa Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, dengan tulus menginginkan solusi damai terhadap krisis itu, namun beberapa unsur di Ukraina tidak menghendakinya.

Kualitas Kosmetik Murah di Inggris Setara dengan Kosmetik Mahal

LONDON, (PRLM).- Ternyata kualitas kosmetik murah di Inggris seharga 10 poundsterling atau Rp 200 ribu itu tak kalah dengan kualitas kosmetik mahal seharga 400 poundsterling atau setara Rp 8 juta.

Hal ini diungkapkan penata rias asal Inggris, Lina Cameron seperti dilaporkan Daily Mail, Kamis. Sang penata rias membuktikan omongannya itu dengan mengaplikasikan kosmetik murah dan mahal kepada dua wanita kembar identik berusia 64 tahun bernama PAuline dan Linda.

AS Cabut Embargo Ekonomi Terhadap Kuba

HAVANA, (PRLM).- Dengan dimulainya normalisasi AS dan Kuba itu, Presiden Barack Obama pun telah menyerukan, embargo ekonomi yang selama ini diterapkan kepada Kuba sejak era Perang Dingin segera diakhiri.

Dilansir Reuters, semua negara Barat dan negara lainnya yang menetapkan embargo ekonomi, juga akan segera mencabut sanksi ekonomi tersebut.

Selain pencabutan embargo ekonomi, Kedubes AS akan segera didirikan di Kuba. Begitu juga dengan Kedubes Kuba akan dibangun di Amerika. Kedua pemerintahan juga akan saling bertukar tahanan.

Selama 18 Bulan Terakhir Kuba dan AS Gelar Rapat Rahasia

HAVANA, (PRLM).- Setelah bermusuhan selama lebih dari 50 tahun, Amerika Serikat (AS) dan Kuba akhirnya sepakat mengakhiri perseteruan yang dimulai saat era Perang Dingin itu.

Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (18/12/2014), pemerintah AS dan Kuba resmi menormalisasi hubungan diplomatik kedua negara yang selama lima dekade ini rusak. Kedua pemimpin negara terkait, Presiden Barack Obama dan Presiden Raul Castro, masing-masing mengumumkan kabar bahagia tersebut lewat siaran televisi di kedua negara.

Warga Australia Gelar Kampanye Damai di Stasiun Flinders Street

HUMINCA SINAGA/"PRLM"

MELBOURNE, (PRLM).- Warga Australia kembali menggalang dukungan bagi kaum Muslim di negeri itu setelah terjadi peristiwa penyanderaan di kafe Lindt, Sydney tiga hari lalu. Setelah sebelumnya warga Sydney Rachel Jacobs dan Tessa Kum menginspirasi warga Australia untuk mendukung kampanye tagar #illridewithyou di media sosial Twitter supaya warga muslim tidak merasa takut saat pergi dengan dengan kendaraan umum, kini warga Melbourne melakukan kampanye serupa.

Mabuhay! Merdeka! Potret 65 Tahun Persahabatan Filipina - Indonesia

JAKARTA, (PRLM).- Kedutaan Besar Filipina di Jakarta, bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Museum Perumusan Naskah Proklamasi, akan menyelenggarakan pameran foto bertajuk “Mabuhay! Merdeka!: Snapshots of 65 Years of Philippines-Indonesia Friendship” 22-31 Desember 2014 di Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jalan Imam Bonjol No 1, Menteng, Jakarta Pusat.Kegiatan tersebut dalam rangka merayakan ulang tahun ke-65 hubungan diplomatik Filipina dan Indonesia.

Satu Polisi Jadi Korban Bom Bunuh Diri di Pinggiran Kabul

KABUL, (PRLM).- Pihak berwenang Afghanistan mengatakan, aksi seorang pembom bunuh diri meledakkan kendaraannya, menewaskan seorang polisi dan mencederai sedikitnya dua orang lain di pinggir ibukota Kabul.

Para pejabat keamanan Afghanistan mengatakan pihak kepolisian membuntuti mobil si pembom untuk mencegahnya memasuki ibukota, Kamis (18/12/2014).

Dalam minggu-minggu belakangan ini, Afghanistan telah menyaksikan gelombang bunuh diri. Bulan lalu saja terjadi 12 kali serangan bunuh diri di Kabul dan serangan model komando oleh pemberontak Islamis.

Banyak Warga Eropa Bergabung dengan ISIS

LONDON, (PRLM).- Prancis dan Jerman sejak lama merupakan pihak yang paling membela kebijakan perjalanan tanpa-dokumen di dalam zona perjalanan Schengen yang mencakup 26 negara Eropa. Tetapi kini kedua negara itu menyerukan perubahan kebijakan tersebut guna mengatasi peningkatan jumlah warga Eropa yang meninggalkan negara mereka untuk berjihad di Irak dan Suriah.

Prancis dan Jerman bukan satu-satunya negara yang bergulat mengatasi persoalan warga negara mereka yang bertempur dalam perang di luar negeri.

AS Tuding Korut di Belakang Peretasan Sony Pictures

WASHINGTON, (PRLM).- Laporan media menyebutkan bahwa Amerika Serikat (AS) telah menetapkan Korea Utara (Korut) ada di balik peretasan Sony Pictures, yang pada Rabu (17/12) membatalkan pemutaran perdana sebuah film fiksi mengenai rencana pembunuhan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Berbicara dengan syarat tak disebutkan namanya, para pejabat Amerika menyatakan para penyelidik telah mengaitkan Korea Utara dengan serangan dunia maya tersebut, yang mengakibatkan bocornya puluhan ribu dokumen serta telah meningkat menjadi ancaman serangan teroris terkait film The Interview.

Obama Hadapi Tantangan Kuat di Kongres

WASHINGTON, (PRLM).- Ketika Barack Obama memasuki dua tahun terakhir masa kepresidenannya, VOA mengamati bagaimana pemimpin Amerika itu berusaha meninggalkan warisan jabatan yang baik, meski harus berhadapan dengan tentangan kuat di Kongres.

Para pemilih sudah menentukan pilihan pada tanggal 4 November lalu, dan hasilnya adalah Partai Demokrat yang selama ini menguasai kursi mayoritas Senat kalah, memberi kesempatan pada Partai Republik untuk mengu